Sistem urinarius
a. Pembentukan ginjal dan salurannya
Dua
minggu setelah pembuahan akan terbentuk tiga lapisan germinal pada embrio,
yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Pada hari ke-17, pelipatan secara
lateral mengakibatkan mesoderm terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu
mesoderm paraksial, mesoderm intermediat, dan mesoderm lateral. Dan pada minggu
ke-4, mesoderm intermediat terputus hubungannya dengan somit (yang berasal dari
mesoderm paraksial) dan membentuk kelompok sel yang disebut nefrotom di
daerah servikal dan korda nefrogenik pada daerah toraks,
lumbal, dan sakral. Nefrotom kelak tidak berfungsi, sedangkan korda nefrogenik
menghasilkan tubulus ekskresi pada sistem ginjal dan rigi urogenital pada
dinding dorsal rongga selom
Ada tiga pembentuk
sistem ginjal selama fase organogenesis, berturut-turut dari kranial ke kaudal
yaitu: pronefros, mesonefros, dan metanefros.
- Pronefros akan
menghilang pada akhir minggu ke-4.
-
Mesonefros berasal dari mesoderm intermedia segmen dada hingga lumbal bagian
atas (L3). Mesonefros di bagian kranial mengalami degenerasi pada akhir bulan
ke-2, sehingga yang berkembang adalah mesonefros bagian kaudal. Mesonefros
membentuk simpai Bowman. Simpai Bowman bersama-sama dengan glomerulus membentukkorpuskulum
mesonefrikus (renalis). Saluran keluarnya bermuara ke duktus mesonefros
(duktus Woff). Pertengahan bulan ke-2, mesonefros membentuk gonad.
Bersama-sama dengan gonad, mesonefros membentuk rigi urogenital.-
-
Metanefros adalah cikal-bakal ginjal.
Saluran-saluran
ginjal permanen berkembang dari tunas ureter, suatu tonjolan mesonefros
di dekat muaranya ke kloaka. Tunas ini menembus metanefros (ginjal) dan
membentuk pelvis renalis. Pelvis renalis akan bercabang-cabang
banyak menjadi kaliks mayor, kaliks minor, dan saluran pengumpul.
Kurang lebih terdapat satu hingga tiga juta saluran pengumpul.
Ujung-ujung
saluran pengumpul yang sudah terbentuk (vesikel renalis) akan
bertemu dengan glomerulus membentuk nefron. Selanjutnya, saluran
yang sudah terhubung ini akan memanjang dan membentuk tubulus kontortus
proksimal, loop of Henle, dan tubulus kontortus distal. Terbentuklah
ginjal dan saluran-salurannya.
b. Pembentukan
kandung kemih
Kandung
kemih terbentuk dari sinus urogenitalis,
yang merupakan hasil pemisahan kloaka menjadi dua bagian: sinus anorektal dan
sinus urogenital. Sinus urogenital sendiri terdiri dari tiga bagian: bagian
atas membentuk kandung kemih, bagian berikutnya membentuk sinus
urogenitalis bagian panggul (pada pria membentuk uretra) dan bagian
terakhir membentuk sinus urogenitalis (bagian penis)
c. Pembentukan
uretra
Uretra terbentuk
dari endoderm (bag. epitel) dan mesoderm spanknik (bag. jaringan penyambung dan
otot polos). Akhir bulan ke-3, epitel uretra membentuk tonjolan keluar, yang
pada laki-laki akan membentukkelenjar prostat sedang pada perempuan
membentuk kelenjar uretra dan parauretra.
d. Posisi
ginjal
Awalnya
ginjal berada di daerah panggul, namun seiring dengan pertumbuhan tumbuh
di daerah lumbal dan sakral maka ginjal berangsung-angsur naik ke rongga perut.
e. Anomali
ginjal
Anomali-anomali
kongenital yang sering terjadi pada sistem urinarius antara lain sebagai
berikut:
1.
Ginjal polikistik, yaitu adanya kista-kista di ginjal
yang menyebabkan insufisiensi.
2.
Agenesis ginjal, yaitu kegagalan pembentukan ginjal
dan dapat bersifat unilateral maupun bilateral.
3.
Duplikasi ureter parsial atau lengkap.
4.
Ureter ektopik, yaitu ureter yang ujungnya tidak
bermuara ke kandung kemih melainkan organ-organ lain seperti uretra atau
vagina.
5.
Ginjal pelvis, yaitu ginjal yang gagal naik ke rongga
perut.
6.
Ginjal tapal kuda, yaitu ujung kaudal kedua ginjal
mengalami penyatuan
7.
Arteri renalis asesorius, yaitu menetapnya
pembuluh-pembuluh darah embrional pada ginjal.
8.
Fistula/kista/sinus urakus, yaitu fistula/kista/sinus
yang terbentuk antara kandung kemih dan lumen allantois.
9.
Ekstrofi kandung kemih, yaitu mukosa kandung kemih
yang terpajan ke udara luar.
Sistem
genitalis
a. Pembentukan
gonad, duktus genitalis, dan genital eksterna primitif (indiferen)
Gonad
primitif dibentuk oleh rigi gonad yang
merupakan hasil proliferasi epitel selom dan pemadatan mesenkim di bawahnya.
Pada minggu ke-6 setelah pembuahan, sel-sel benih primordial datang dan
mencapai gonad. Sel-sel benih primordial inilah yang akan menentukan apakah
gonad indiferen primitif ini kelak berkembang menjadi testis (pada pria) atau
ovarium (pada wanita).
Duktus
genitalis primitif terbentuk dari duktus
mesonefros danduktus paramesonefros.
Genital
eksterna primitif terbentuk dari sel-sel mesenkim
yang bermigrasi ke daerah kloaka pada minggu ke-3, membentuk lipatan
kloaka. Bagian kranial lipatan kloaka disebut tuberkulum genital(yang
nantinya akan berkembang menjadi klitoris pada wanita, atau phallus pada pria).
Selain itu lipatan kloaka terbagi dua menjadi lipatan uretra dan lipatan
anus. Membran di antara lipatan uretra disebutmembran urogenital,
sedang membran di antara lipatan anus disebutmembran analis.
b. Pembentukan
sistem genitalis pada pria
- Pembentukan testis
Kromosom
Y yang terdapat pada embrio (pria) akan mengubah gonad primitif menjadi testis. Ciri
khas dari pembentukan testis adalah perkembangan bagian medula yang lebih pesat
dibandingkan dengan bagian korteks yang menghilang. Bagian medula akan
berkembang menjadi tubulus seminiferus, sedangkan di bagian
perifernya akan muncul tunika albuginea yang merupakan suatu
jaringan ikat fibrosa. Selain itu terdapat sel Sertoli (berasal
dari epitel permukaan kelenjar) dan sel Leydig (berasal dari
rigi kelamin) pada korda testis. Tubulus seminiferus akan terhubung ke duktus
mesonefros melalui saluranduktus eferens.
Kemudian pada akhir
bulan ke-2 akan terjadi perubahan posisi testis menjadi lebih turun (mendekati
posisi phallus/penis). Penyebab penurunan (desensus) testis ini masih belum
jelas, namun diperkirakan perkembangan organ-organ abdomen yang begitu pesat
akan mendorong turun testis.Pembentukan duktus genitalis
Duktus
genitalis pada pria terbentuk dari duktus mesonefros,sedangkan
duktus paramesonefros menghilang. Duktus mesonefros akan berhubungan dengan
tubulus seminiferus (testis) melalui duktus eferens, sedangkan
bagian duktus mesonefros yang masih melekat di testis namun tidak membentuk
hubungan dengan testis disebutepididimis. Bagian selanjutnya dari duktus
mesonefros berbentuk panjang dandisebut duktus deferens yang
berujung kevesikulaseminalis. Daerah duktus lain di luar vesikula
seminalis disebut duktus ejakulotorius.
- Pembentukan genital
eksternal
Pembentukan
genital eksternal pria (phallus/penis) merupakan hasil
pemanjangan tuberkulum genital di bawah pengaruh hormon
androgen. Lipatan uretra akan menutup membentuk uretra pars kavernosa, sehingga
bagian uretra harus memanjang hingga ke ujung penis dan keluar melalui orifisium
uretra eksternum.
c. Pembentukan
sistem genitalis pada wanita
- Pembentukan ovarium
Berbeda
pada pembentukan testis dari gonad primitif, pada pembentukan ovarium akan
terjadi perkembangan (penebalan) bagian korteks yang pesat membentuk korda
korteks sedangkan bagian medulanya menghilang dan digantikan oleh medula
ovarium. Pada bulan ke-4 telah terdapat oogonia dan sel folikuler pada
ovarium. Selanjutnya ovarium akan mengalami perubahan posisi menjadi sedikit
lebih turun (desensus) hingga terletak di bawah tepi pelvis sejati.
- Pembentukan duktus
genitalis dan vagina
Pada
pembentukan duktus genitalis wanita, bagian yang berkembangmenjadi duktus
adalah duktus paramesonefros, sedangkan duktus mesonefros akan
menghilang. Tuba uterinaterbentuk dari bagian kranial duktus
paramesonefros, sedangkan bagian kaudalnya akan bertemu dengan duktus
paramesonefros lain dari sisi ipsilateral, menyatu dan mengalami
penebalan-penebalan sehingga terbentuklah korpus uteri dan serviks. Ujung
padat duktus paramesonefros ini akan mengalami penojolan yang disebut bulbus
sinovaginalis yang berproliferasi membentuk lempeng vagina.Pelebaran
pada lempeng vagina akan membentuk forniks vagina yang
terdapat lumen di tengahnya, kelak berkembang menjadi selaput dara
(himen).
- Pembentukan genital
eksternal
Pada
wanita, tuberkulum genital primitif akan sedikit memanjang membantuk klitoris, sedangkan
lipatan uretra tetap terbuka membantuk labia minor. Tonjol
kelamin membesar dan membentuklabia minor, sedang alur urogenital
terbuka dan membentukvestibulum.
d. Anomali
sistem genitalia
1.
Duplikasi uterus, yang disebabkan oleh kegagalan
penyatuan kedua duktus paramesonefros dari sisi yang berlawanan sehingga
terbentuklah dua uterus dan dua vagina.
2.
Uterus didelfis, yaitu jumlah rahim ganda.
3.
Uterus arkuatus, yaitu lekukan fundus uteri ke dalam
di garis tengahnya.
4.
Uterus bikornis, yaitu uterus memiliki dua tanduk yang
masuk ke satu rahim yang sama.
5.
Atresia serviks atau atresia vagina, yaitu penyumbatan
uterus atau vagina.
6.
Epispadia, yaitu muara uretra yang berada di dorsum
penis, bukan di orifisium uretra eksternum.
7.
Ekstrofi kandung kemih, yaitu apabila mukosa kandung
kemih terpapar ke dunia luar.
8.
Mikropenis, yaitu perangsangan androgen yang tidak
cukup sehingga genitalia eksterna kurang bertumbuh dengan baik.
9.
Penis bifida dan penis dupleks, terjadi apabila
tuberkulum genital membelah.
Referensi
Sadler T. Langman’s
medical embryology. New York: Lippincott Williams and Wilkins; 2006. p.
272-310.
Komentar